
http://www.babyvibe.ca/Images/Nanny-rough.jpg
Kata orang hati hati dengan pikiran dan perkataan.
Dulu gue paling gak suka mata kuliah ilmu kesehatan anak. Bahkan tak terhitung berapa kali gue madol alias bolos di mata kuliah ini, termasuk bolos di mata kuliah Bunda (FYI gue baru ngeh kalau dia dosen gue pas gue bergabung dengan YOP... hahaaahaaaaa).
Bahkan kalau gue punya rejeki ambil spesialis mungkin spesialis anak bakal jadi list yang paling bawah. Bukannya apa apa. Gue ngerasa otak gue kagak nyampe aja. Mengingat anak banyak banget yang harus di pelajari. Karena anak bukan lah dewasa dalam ukuran kecil.
Tapi apa yang terjadi... dari baru mulai praktek sampai sekarang hampir sebagian besar pasien gue adalah anak anak. Dan sudah hampir 3 tahun ini gue bergabung dengan LSM yang concern di bidang kesehatan anak, yang mau nggak mau membuat gue belajar banyak tentang kesehatan anak yang tadinya gue pikir nggak akan nyampe otak gue. Kekekke ternyata nyampe nyampe aja sih meski gak banyak.
Kemarin ketika LSM gue lagi bikin acara kelas ASI, gue masuk ruang praktek buat bikin laporan keuangan klinik. Dan dengan tidak mengurangi rasa hormat, kedua makhluk wanita kecil dititipkan di ruang praktek itu. Ya tentu saja mereka senang karena di ruang praktek ada boneka dan mainan masak masakan lengkap dengan lemari dan kompornya.
Sebenarnya lucu banget melihat mereka berinteraksi. Hanya saja gue harus bikin laporan. Jadi gue gak bisa ikut berinteraksi dengan mereka. Cuma, yang namanya dititipin tentu saja sambil bekerja gue ngawasin kedua liliput itu.
Sambil bekerja gue mengamati mereka. Dan rasa takjub muncul. Subhanallah. Mereka begitu pintar. Mereka mengembangkan imajinasi mereka, tentunya dengan main masak masakan.
lihat saja celoteh Damai (2 tahun):
"tante dottel liaat ni mammey bikin kue kayak mama mammey tuuuh"
Sambil menghampiri gue yang lagi sibuk ngitung keuangan klinik, dia membawa cetakan kue kecil. Setelah itu masuk kedalam oven bohongan.
selain itu imajinasi Melva (5 tahun):
"tante, mau jus jeruk? atau mau sayur jagung pakai sawi"
Ia datang menghampiri gue membawa gelas berisi jeruk bohongan dan piring berisi jagung bohongan dan sayur bohongan, serta kuncup bungan bohongan yang ia namakan : BUNGA KUNCUP MUSIM SEMI. Halah dapat ide dari mana pula bocah kecil itu.
Itu hanya segelintir aja yang membuat gue takjub. Ingin rasanya bergabung. Tapi apa daya masih ada kerjaan yang harus gue selesaikan.
Anak anak tetaplah anak anak. Bikin was was juga.
Saat si besar mau main di atas tempat tidur. Tentu saja si kecil juga ingin ikut main ditempat tidur. Ya tidak masalah sih. Cuma waswas takut jatuh si kecil. Tapi jangan pikir setelah ada di tempat tidur mereka akan bermain dengan tenang.
"ya dagingnnya jatuh, tolong ambilin ya..."
atau
"ya atooooh... tante dottel mammey mau itu"
atau
"tante, aku mau yang itu tuuuh ambilin dong"
atau
"mammey mau tulun... mau kacih tau mama..."
atau
"mammey mau ke atas"
pfiuh.. bayangkan dalam waktu 5 menit saja kedua bocah itu sudah bisa berganti ganti keinginan
Antara gemas dan lucu. Gemas karena baru sebentar ngitung sudah diganggu. Lucu karena dua anak itu benar benar polos dan pintar, dan menghadirkan kelucuan yang spontan banget.
Ketika si kecil tiba tiba mengucapkan kata bakso. Spontan gue menyanyikan lagu waktu zaman kecil dulu. Tentu saja tak lain dan tak bukan abang tukang bakso dari melissa.
Hebat.. sekali mendengarkan gue menyanyikan lagu itu. Ketika gue nyanyikan yang ke dua kalinya. Mereka bisa mengikuti dengan baik. Ya bolong bolong dikit tapi mereka lumayan hapal. Hmmm sebenarnya si besar deh. Si kecil lebih memperhatikan gue nyanyi.
Udah dong nyanyinya masak gue nyanyi terus. Kering dong. Hehe... he.. he... Tapi... abis gue berhenti nyanyi... tiba tiba ada celetukan:
"bakso mammey mana. Mammey mau bakso mammey"
OMG... dia pengen gue nyanyi lagi...
wakakkkk untung saja acara di ruang depan telah selesai...
kekekkek Bu Lia... anakmu ini loooo.... hahahaaaa